
“Senja, Kopi, dan Empat Orang yang Hampir Menyerah”
“Senja, Kopi, dan Empat Orang yang Hampir Menyerah”
Oleh : Kang WeHa
Di antara jalanan rapi dan tugu-tugu megah di Tulang Bawang Barat, ada satu sudut yang lebih sakral dari ruang rapat mana pun: warung kopi pojok Tiyuh.
Di situlah semuanya bermula.
Namanya Rara. Perempuan berkacamata dengan totebag penuh buku proposal. Katanya sih aktivis literasi, tapi lebih sering ditolak sponsor daripada diterima gebetan.
Di depannya duduk Mira, jilbab warna sage, hobi bikin konten motivasi tapi hidupnya sendiri lagi buffering.
Lalu ada dua lelaki dengan tampang sok kuat: Damar, musisi reggae gagal viral yang selalu bilang, “Tenang, bro, karya besar butuh waktu.” Padahal yang butuh waktu itu bayar utang sound system.
Dan satu lagi, Arga, mantan aktivis kampus yang sekarang kerja serabutan desain...
