Rabu, Januari 21

Kepalo Tiyuh Wono Rejo Jiyanto Paparkan Capaian dan Harapan Selama Empat Tahun Masa Kepemimpinan

Tulang Bawang Barat, q-koko.site – Selama empat tahun menjabat sebagai Kepalo Tiyuh Wono Rejo, Kecamatan Gunung Agung, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Jiyanto menyampaikan bahwa kondisi pemerintahan tiyuh berjalan aman, terkendali, serta pelayanan masyarakat terlaksana sesuai dengan harapan warga.

Untuk program Dana Desa tahun 2025, Pemerintah Tiyuh Wono Rejo telah merencanakan pembangunan lapen, perbaikan lapangan sepak bola, serta penyediaan area parkir di balai tiyuh. Selain itu, dalam program bantuan sosial, tiyuh juga menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada 15 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebagai upaya pengentasan kemiskinan dan pencegahan stunting.

“Berbagai program terus kita galakkan, baik fisik maupun nonfisik. Langkah ini kita ambil untuk percepatan pembangunan di Tiyuh Wono Rejo,” ujar Jiyanto dalam Podcast bersama JMSI Tubaba di Balai Tiyuh Wono Rejo, Selasa (23/9/2025).

Ia mengakui, tidak mudah mengakomodasi seluruh kebutuhan masyarakat. Meski demikian, pemerintah tiyuh terus mengoptimalkan keberadaan Badan Usaha Milik Tiyuh (BUMT) sebagai instrumen peningkatan ekonomi warga.

“Selama empat tahun memimpin Tiyuh Wono Rejo, banyak suka duka yang saya temui dalam mengelola pemerintahan. Masih ada beberapa harapan masyarakat yang belum bisa kami wujudkan. Untuk itu, saya mengimbau warga agar tetap menjaga situasi yang aman dan kondusif. Jika ada kekurangan, mari kita evaluasi bersama demi kemajuan tiyuh,” ungkapnya.

Jiyanto menambahkan, sinergi antara pemerintah tiyuh dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pembangunan. Ia berharap semangat kebersamaan tersebut terus terjaga demi optimalisasi pembangunan ke depan.

Hal senada disampaikan Dedi, Juru Tulis Tiyuh Wono Rejo. Menurutnya, hingga saat ini pembangunan yang dilaksanakan pemerintah tiyuh telah sesuai dengan aspirasi masyarakat.

Sementara itu, pengelolaan 20 persen dana desa untuk BUMTiyuh telah berjalan sekitar 80 persen. Program tersebut diwujudkan dalam bentuk pemberian bantuan bibit kambing dan pupuk kepada warga dengan sistem bagi hasil.(Red)