
TULANG BAWANG BARAT, Q-KOKO.SITE – Mencuatnya informasi tentang adanya dugaan Mark Up anggaran pada pengerjaan bangunan gedung Posyandu di Tiyuh Bujung Sari Marga, Kecamatan Pagar Dewa, Kabupaten Tulang bawang barat (Tubaba) yang bersumber dari Dana Desa Tahun 2025 sebesar Rp 89.217.000 Menimbulkan gejolak dikalangan masyarakat sekitar.
Salah satunya, Hen warga Tubaba yang berprofesi sebagai tukang senior di kabupaten Tubaba ikut menyoroti besarnya anggaran yang di gunakan untuk bangunan gedung Posyandu yang hanya lebar 5×6 meter tersebut.
Hen menjelaskan, setelah menghitung berdasarkan keterangan dari Tarjok, Kasi Pemerintahan yang juga merangkap kepala tukang dan Tim Pelaksana Kerja (TPK), dana sebesar itu seharusnya tidak habis. “Kuat dugaan ada permainan dalam pembangunan gedung posyandu di Tiyuh Bujung Sari Marga ini,” ujarnya.
Menurut perhitungan Hen, dengan harga material maksimal, seharusnya biaya yang dikeluarkan tidak mencapai angka tersebut. Berikut rincian perhitungan Hen berdasarkan keterangan dari Tarjok:
– Ukuran bangunan: 5 meter x 6 meter, tinggi 4 meter
– Pekerja: 6 orang dengan upah Rp120 ribu per hari
– Lama pengerjaan: 17 hari kerja ditambah 17 hari finishing = Rp 24.480.000
– Material:
– Batu belah: 2 rit (8 kubik) = Rp 3.200.000
– Semen: 60 sak = Rp 3.600.000
– Pasir: 3 Mobil = Rp 3.600.000
– Bata bolong: 6000 buah = Rp 3.600.000
– Keramik: 40 kotak = Rp 3.200.000
– Besi 10: 47 batang = Rp 3.760.000
– Besi 6: 20 batang = Rp 800.000
– Jendela: Ukuran 1,5 meter x 0,5 meter = Rp 1.500.000
– Pintu kamar mandi: Fiber = Rp 1.500.000
– Daun Pintu: Kayu (1 buah) = Rp 1.000.000
– Kusen: Kayu (1 buah) = Rp 500.000
– Baja ringan: 6 meter x 7 meter = Rp 6.930.000
“Jadi, kalau kita kalkulasi, bangunan tersebut seharusnya memakan biaya sekitar Rp 57.670.000. Ini sudah kita hitung dengan harga yang lebih tinggi dari harga pasar,” ungkap Hen.(Ali A )
