
Tulang bawang barat, q-koko.site – Inspektorat kabupaten Tulangbawang Barat (TUBABA) akan panggil kepalo Tiyuh dan ketua Bumti Tirta kencana
Inspektur Perana Putra yang di wakili Muslim oleh Irban V bidang investigasi mengatakan akan melakukan pemanggilan kepada Kepalo Tiyuh Tirta kencana Beserta ketua Bumti terkait Bumti Tiyuh Tirta kencana yang di duga carut marut
“Kita akan panggil kepalo Tiyuh dan Ketua Bumti Tiyuh Tirta kencana untuk kita mintai keterangan Terkait Persolan Bumti Tiyuh Tirta kencana pihak kami akan dalami dan di pelajari persoalan tersebut dalam waktu dekat.
Yang di beritakan sebelumnya
BUMDesa/Tiyuh Tirta Kencana di duga carut marut.
Badan Usaha Milik Desa/Tiyuh di Tiyuh Tirta Kencana Kecamatan Tulang Bawang Tengah Kabupaten Tulang Bawang Barat(Tubaba) diduga carut marut pasalnya hingga saat ini belum juga berjalan.
Hal tersebut di katakan langsung oleh kepalo Tiyuh Amrin Hidayat,meski anggaran sudah di kucurkan kepada BUMTi,namun BUMTi belum berjalan sebagaimana usaha yang akan dilaksanakan,terhambatnya BUMTi tersebut karena saat ini ketua Pelaksana mengundurkan diri beberapa pekan yang lalu.
“Untuk Bumti yang 20% Sudah kita realisasikan ke rekening Bumti senilai Rp 200,000,000.
Namun saat ini Bumtinya sedang di proses, karna ketua bumti telah mengundurkan diri sekitar setengah bulan lewat.”kata Kapalo Tiyuh Tirta Kencana Jumat (14/11/2025).
Bahkan hal tersebut sudah di sampaikan kepada Camat Nazzarudin,camat menyarankan agar di jalani walau ketua pelaksana BUMTi mengundurkan diri.
“Kemarin kita telah menemui kecamatan,
Namun printah pak camat jalani dulu aja.”jelasnya
Amrin juga memaparkan BUMTi Tahun 2025 akan bergerak di peternakan Budi daya Kambing,yang sebelumnya tahun 2024 berusaha di jasa perdagangan yaitu jual beli karet hasil pertanian masyarakat sekitar.Amrin juga menyakinkan bahwa seluruh modal masih mengendap di rekening belum di pergunakan.
“Tahun sebelumnya kita juga kucurkan dana Rp 150,000,000 bergerak di bidang pemodalan jual beli karet yang ada di Tiyuh Tirta kencana,,
Untuk saat ini semua modal tersebut masih mengendap di rekening Bumti.”tegasnya.
Bahkan Amrin menyarankan agar menemui Budi sehingga dapat informasi yang lebih jelas baik regulasi maupun tempat usaha yang telah di rencanakan melalui Musyawarah Tiyuh.(Ab)
