Rabu, Februari 11

Pengajian Akbar Peringati Harlah 100 Tahun NU di Tumijajar, Gus Bahru Nganjuk Hadirkan Spirit Ke-NU-an

TULANG BAWANG BARAT Q-KOKO.SITE – Rangkaian peringatan Harlah 100 Tahun Masehi Nahdlatul Ulama (NU) di Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Lampung, ditutup dengan Pengajian Akbar yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh MWC NU dan PAC Muslimat NU Kecamatan Tumijajar, bertempat di Halaman Balai Tiyuh Daya Asri, pada Minggu, 1 Februari 2026.

Pengajian Akbar tersebut menghadirkan penceramah Gus Bahru Zamzami Zami dari Nganjuk, Jawa Timur. Ribuan jamaah dari berbagai unsur keluarga besar NU tampak memadati lokasi sejak pagi hari.

Acara ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Tulang Bawang Barat, pengurus PCNU Tubaba, jajaran MWC NU, badan otonom (Banom) NU se-Kecamatan Tumijajar, serta masyarakat umum.

Dalam tausiyahnya, Gus Bahru menekankan pentingnya menjaga tradisi keilmuan, akhlak, dan persatuan sebagaimana diwariskan para muassis NU. Menurutnya, usia 100 tahun NU bukan sekadar angka, tetapi momentum untuk memperkuat khidmat NU kepada umat, bangsa, dan negara. “NU lahir dari cinta kepada ilmu, ulama, dan tanah air. Maka tugas kita hari ini adalah merawat warisan itu dengan akhlak, kebersamaan, dan keikhlasan,” pesan Gus Bahru di hadapan jamaah.

Rangkaian Kegiatan Harlah 100 Tahun NU
Sementara itu, Ketua Panitia Harlah menyampaikan bahwa Pengajian Akbar merupakan puncak dari rangkaian kegiatan Harlah 100 Tahun NU di Kecamatan Tumijajar, yang telah berlangsung selama beberapa hari sebelumnya.

Adapun rangkaian kegiatan tersebut meliputi:
Pawai Budaya NU, Sabtu, 31 Januari 2026
Lomba Tumpeng, Sabtu, 31 Januari 2026
Pertemuan Kader NU dan Istighosah Kubro
Lomba Hadroh, Minggu pagi, 1 Februari 2026
Pengajian Akbar Harlah 100 Tahun NU, Minggu, 1 Februari 2026. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, meriah, dan penuh nuansa religius serta budaya khas Nahdlatul Ulama.

Peringatan Harlah 100 Tahun NU ini diharapkan semakin memperkuat soliditas warga NU di Kecamatan Tumijajar, sekaligus meneguhkan peran NU sebagai penjaga tradisi, perekat umat, dan mitra strategis dalam pembangunan daerah.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *