Selasa, Februari 10

Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Tubaba Gandeng Seniman Nasional, Siapkan Lomba Menggambar Tokoh Lokal

Tulang Bawang Barat, q-koko.site – Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) bersama Sanggar Piramida dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tubaba tengah mematangkan rencana penyelenggaraan Lomba Menggambar Tokoh Tulang Bawang Barat (Tubaba).

Kegiatan ini dirancang sebagai ruang literasi seni dan budaya yang inklusif, terbuka bagi peserta dari tingkat TK hingga masyarakat umum.

Rencana kegiatan tersebut dibahas dalam forum diskusi yang digelar secara luring dan daring (hybrid). Diskusi dihadiri oleh jajaran Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Tubaba, di antaranya Restu, Sekretaris Dinas, serta Muhammad Yusuf, Kabid Pembinaan, Pengelolaan, Pengawasan, dan Pengarsipan.
Turut hadir secara langsung Pungky Purbowo, tokoh seni lukis nasional sekaligus perwakilan Sanggar Piramida, serta Wawan Hidayat, Sekretaris Pokdarwis Tubaba.

Sementara itu, dua peserta lainnya mengikuti diskusi secara virtual, yakni Wawan Wibowo dari Rumah Badik Tubaba, serta Ahmad Harianto, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Tubaba.

Literasi Tak Hanya Teks, Seni Visual Jadi Medium Edukatif Perwakilan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Tubaba, Restu, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan penguatan literasi dalam makna yang lebih luas. “Literasi tidak hanya soal membaca dan menulis. Seni visual adalah bagian penting dari literasi budaya. Melalui lomba ini, tokoh-tokoh lokal Tubaba bisa dikenali dan diarsipkan lewat karya masyarakat,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah, yang menekankan sifat kegiatan yang terbuka dan partisipatif. “Peserta tidak harus seniman atau pelukis profesional. Siapa pun yang memiliki minat menggambar, dari anak-anak hingga masyarakat umum, berhak ikut dan berekspresi,” katanya.

Karya Peserta sebagai Arsip Visual Daerah
Muhammad Yusuf, Kabid Pembinaan, Pengelolaan, Pengawasan, dan Pengarsipan, menegaskan bahwa hasil lomba memiliki nilai strategis bagi kearsipan daerah. “Karya peserta nantinya akan menjadi arsip visual daerah. Ini adalah bentuk dokumentasi budaya yang hidup dan relevan bagi generasi sekarang dan mendatang,” jelasnya.

Seni Harus Inklusif dan Membumi
Tokoh seni lukis nasional Pungky Purbowo menyambut baik kolaborasi lintas sektor tersebut. “Seni tidak boleh eksklusif. Justru kekuatannya ada pada keberagaman ekspresi. Lomba ini membuka ruang bagi siapa saja untuk menafsirkan tokoh Tubaba dengan cara mereka sendiri,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan komitmennya memberikan satu karya lukis koleksi pribadinya sebagai penghargaan khusus bagi Juara Terbaik. “Ini bentuk apresiasi dan pesan bahwa karya dari daerah memiliki nilai yang tinggi,” tambah Pungky.

Budaya, Wisata, dan Ekonomi Kreatif
Dari sisi pariwisata, Wawan Hidayat, Sekretaris Pokdarwis Tubaba, menilai kegiatan ini memiliki dampak berkelanjutan. “Seni dan budaya adalah fondasi wisata. Ketika tokoh lokal diangkat melalui gambar, itu membangun cerita dan identitas Tubaba sebagai daerah yang kaya nilai,” ujarnya.

Sementara itu, Wawan Wibowo dari Rumah Badik Tubaba, yang mengikuti diskusi secara virtual, menekankan pentingnya ruang kreatif berbasis komunitas. “Kegiatan seperti ini menjadi wadah tumbuhnya ekosistem seni dan budaya lokal yang sehat, terutama bagi generasi muda,” katanya.

Dukungan juga disampaikan Ahmad Harianto, Kepala DPMPTSP Tubaba. “Kegiatan seni dan budaya adalah bagian dari penguatan iklim kreatif daerah. Ini sejalan dengan upaya mendorong sektor ekonomi kreatif dan citra positif Tubaba,” ujarnya.

Ruang Kreatif Lintas Generasi
Lomba Menggambar Tokoh Tubaba mengusung tema “Tokoh Tubaba dalam Goresan Imajinasi”, dengan kategori peserta mulai dari TK/PAUD hingga umum. Seluruh peserta akan memperoleh piagam penghargaan, sementara para juara mendapatkan uang pembinaan, piala khas Tubaba, serta penghargaan khusus bagi karya terbaik.

Kegiatan ini diharapkan menjadi agenda literasi seni dan budaya yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat identitas lokal Tubaba melalui bahasa visual yang kreatif dan inklusif. ( Red )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *