Senin, Maret 9

Opini

Selesaikan Dirimu, Niscaya Kau Akan Merdeka

Selesaikan Dirimu, Niscaya Kau Akan Merdeka

Opini, Religi
Selesaikan Dirimu, Niscaya Kau Akan MerdekaOleh : Kang WeHaDalam hiruk-pikuk dunia yang riuh oleh tuntutan, ambisi, dan luka batin yang tak kunjung sembuh, manusia sering lupa pada satu pekerjaan paling penting dalam hidupnya: menyelesaikan dirinya sendiri.Banyak orang ingin merdeka—bebas dari tekanan, bebas dari ketakutan, bebas dari rasa iri, dendam, dan gelisah. Tapi ironisnya, mereka mencarinya ke luar: pada jabatan, pengakuan, harta, bahkan pada manusia lain. Padahal, dalam kacamata religi, kemerdekaan sejati justru bermula dari dalam diri.Islam mengajarkan bahwa manusia tidak dibebani kecuali sesuai kesanggupannya: “Lā yukallifullāhu nafsan illā wus‘ahā” (Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya) — (QS. Al-Baqarah: 286) Ayat ini bukan...
“BUMDes di Tubaba: Jangankan Untung, Modal Pun Ludes!”

“BUMDes di Tubaba: Jangankan Untung, Modal Pun Ludes!”

Opini
Judul: "BUMDes di Tubaba: Jangankan Untung, Modal Pun Ludes!"Oleh: Kang WeHa Di atas kertas, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) adalah tulang punggung ekonomi lokal. Ia menjadi simbol kemandirian desa dan sarana pemerataan pembangunan dari pinggiran. Namun di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), mimpi itu seolah kandas sebelum berlayar. Banyak BUMDes yang jangankan menghasilkan keuntungan, justru modalnya ludes tanpa pertanggungjawaban yang jelas. Fenomena ini bukan hal baru. Sejumlah temuan lapangan maupun hasil pengawasan internal membuktikan bahwa mayoritas BUMDes di Tubaba berjalan tanpa perencanaan yang matang, pengelolaan profesional, serta pengawasan berkelanjutan. Akibatnya, unit usaha yang dijalankan tidak sesuai potensi desa, laporan keuangan fiktif, dan dana modal habis tanpa ...
Budaya Lokal Tubaba: Warisan Besar yang Belum Menghidupi

Budaya Lokal Tubaba: Warisan Besar yang Belum Menghidupi

Opini
Budaya Lokal Tubaba: Warisan Besar yang Belum Menghidupi Oleh: Kang WeHaPenulis q-koko.site Tulang Bawang Barat (Tubaba) dikenal dengan filosofi yang dalam, arsitektur megah bernuansa lokal, dan lanskap budaya yang kental. Sayangnya, di balik itu semua, ada pertanyaan yang mulai menggema: sudahkah budaya dan pariwisata lokal benar-benar memberi nafkah? Kita punya Komplek Uluan Nughik, Masjid Baitus Shobur, Tugu Rato Nago Besanding, hingga pementasan Wayang dan Silek sebagai simbol warisan leluhur. Kita punya Pepadun dan Saibatin, dua wajah budaya Lampung yang hidup berdampingan di tanah ini. Kita punya sastra lisan, kuliner khas, dan ritus-ritus adat yang kaya makna. Namun semuanya belum menjadi kekuatan ekonomi yang nyata.Kekuatan Budaya, Ketimpangan Realita Tubaba bisa dibilang s...