Senin, Maret 9

Pariwisata

“Senja, Kopi, dan Empat Orang yang Hampir Menyerah”

“Senja, Kopi, dan Empat Orang yang Hampir Menyerah”

Puisi dan Cerpen
“Senja, Kopi, dan Empat Orang yang Hampir Menyerah” Oleh : Kang WeHa Di antara jalanan rapi dan tugu-tugu megah di Tulang Bawang Barat, ada satu sudut yang lebih sakral dari ruang rapat mana pun: warung kopi pojok Tiyuh. Di situlah semuanya bermula. Namanya Rara. Perempuan berkacamata dengan totebag penuh buku proposal. Katanya sih aktivis literasi, tapi lebih sering ditolak sponsor daripada diterima gebetan. Di depannya duduk Mira, jilbab warna sage, hobi bikin konten motivasi tapi hidupnya sendiri lagi buffering. Lalu ada dua lelaki dengan tampang sok kuat: Damar, musisi reggae gagal viral yang selalu bilang, “Tenang, bro, karya besar butuh waktu.” Padahal yang butuh waktu itu bayar utang sound system. Dan satu lagi, Arga, mantan aktivis kampus yang sekarang kerja serabutan desain...
Ketum JMSI Teguh Santosa Nikmati Surga Tropis Raja Ampat, Titip Pesan: “Jaga Alam, Jaga Masa Depan”

Ketum JMSI Teguh Santosa Nikmati Surga Tropis Raja Ampat, Titip Pesan: “Jaga Alam, Jaga Masa Depan”

Nasional, Pariwisata
WAISAI, Q-KOKO.SITE – Di sela kunjungan kerja menghadiri pelantikan Pengurus Daerah (Pengda) Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Papua Barat Daya periode 2025–2030, Ketua Umum JMSI Dr. Teguh Santosa, MA menyempatkan diri menikmati pesona alam Raja Ampat — surga tropis yang memikat mata dunia.Didampingi Ketua OKK JMSI, Teguh berkunjung ke Kampung Arborek, Distrik Meosmansar, Kabupaten Raja Ampat. Di sela kunjungan santainya, ia mengungkapkan rasa takjub terhadap keindahan alam yang disebutnya sebagai “surga yang diturunkan ke bumi.”“Kalau kita tahu Papua Barat Daya, khususnya Raja Ampat, seindah ini, dari dulu kita sudah ke sini. Agak terlambat sebetulnya, tapi tidak apa-apa. Kita senang bisa berkunjung ke Raja Ampat. Ini surga yang diturunkan ke bumi,” ujar Teguh penuh k...
Cerpen Kita : Konoha yang Katanya Damai

Cerpen Kita : Konoha yang Katanya Damai

Pariwisata, Puisi dan Cerpen
"Konoha yang Katanya Damai" Oelis : Kang WeHa Di sebuah negeri bernama Konoha, orang-orang selalu bangga menyebut desanya “negeri shinobi paling damai dan makmur.”Padahal kalau pagi hari, antrean beli tahu bulat goreng di pinggir jalan lebih ramai daripada rapat dewan ninja. “Wah, betapa hebatnya desa kita! Kita punya Hokage yang bisa ngalahin monster berekor sembilan!” kata salah satu warga dengan bangga.Tapi begitu ditanya, “Terus kapan jalan di gangmu diperbaiki?” jawabannya hanya,“Eeh... tunggu Hokage sempat ya. Dia lagi sibuk bikin patung wajahnya di gunung.” Ironis sekali, bukan? Di Konoha, anak-anak sejak kecil sudah diajari melempar shuriken dan jutsu klon bayangan.Tapi sayangnya, belajar matematika tetap lebih menakutkan daripada melawan Orochimaru.Ketika guru bertanya: “3 + ...
Cerpen Kita : “Parade Senyum di Atas Jalan Berlubang”

Cerpen Kita : “Parade Senyum di Atas Jalan Berlubang”

Pariwisata, Puisi dan Cerpen
Cerpen: Parade Senyum di Atas Jalan BerlubangPenulis : Kang WeHaAlun-alun kota ramai. Spanduk besar bertuliskan “DIRGAHAYU RI KE-80: INDONESIA MAJU, BERSIH, TRANSPARAN” berkibar gagah. Musik marching band mengiringi parade kendaraan hias.Di tenda VIP, Pak Jabrik Sungkono, pejabat daerah, sedang menikmati hidangan sate kambing. Pak Jabrik: “Luar biasa! Lihatlah rakyatku, semua tertawa bahagia. Inilah bukti kemerdekaan sejati!” Stafnya, Mas Bejo Kemplu: “Betul, Pak. Padahal jalan menuju sini kayak kolam ikan lele. Tapi rakyat tetap semangat datang.” Pak Jabrik: (tertawa terbahak) “Itulah namanya gotong royong! Kalau ban motor nyemplung lubang, yang lain ikut dorong.”Tak jauh dari panggung, Mbak Sri Gorengan sedang diusir satpam. Mbak Sri Gorengan: “Pak, izinkan saya juala...
cerpen kita : “Raja O’on dan Istana Para Sengkuni”

cerpen kita : “Raja O’on dan Istana Para Sengkuni”

Puisi dan Cerpen
Raja O’on dan Istana Para Sengkuni(Cerpen Satir) Oleh : Kang Weha Di sebuah negeri bernama Kerajaan Katapura, berdirilah istana megah dengan pilar emas berlapis janji. Di singgasana tertinggi duduk Raja O’on—raja yang tersenyum lebar setiap kali mendengar kabar rakyat sedang susah. “Kalau rakyat susah, artinya mereka butuh aku,” ujarnya sambil menyeruput teh impor dari pajak rakyat. Raja O’on tidak pernah sendiri. Ia selalu dikelilingi Dewan Sengkuni, sekelompok penasihat berwajah licin seperti panci baru dicuci. Mereka pandai memutar kata: jika rakyat berkata, “Kami lapar,” Sengkuni melapor, “Paduka, rakyat sedang berpuasa demi kesehatan.”Jika terdengar kabar korupsi, mereka berkata, “Itu bukan korupsi, Paduka. Hanya salah tulis laporan.” Di Kerajaan Katapura, hukum seperti jaring lab...
Detektif Itu Ternyata Mantan Kopasus “PEMBUNUH MISTERIUS”

Detektif Itu Ternyata Mantan Kopasus “PEMBUNUH MISTERIUS”

Puisi dan Cerpen
PEMBUNUH MISTERIUSOleh: Kang WeHaHujan mengguyur Kota Bandung malam itu, membasahi trotoar, menyamarkan jejak, dan menelan suara. Di dalam sebuah rumah bergaya kolonial tua di kawasan Cihapit, polisi menemukan mayat seorang pengusaha properti, Andra Wibisana, tergantung di langit-langit ruang tamu.Yang membuat kasus ini janggal bukan cuma posisi jasadnya. Tapi juga fakta bahwa tali yang menggantungnya terikat dari dalam, dan pintu rumah terkunci dari dalam. Tak ada tanda perlawanan. Tak ada jejak masuk. Hanya... secarik kertas kecil bertuliskan:“Yang menyembunyikan kebenaran, akan tergantung oleh rahasia mereka sendiri.” “Panggil Dona.”Perintah singkat itu keluar dari mulut Komisaris Bayu sambil menatap mayat Andra tanpa ekspresi. Seorang perwira di sebelah...
Puisi Kita “Syukur, Obat Hati dari Ilahi”

Puisi Kita “Syukur, Obat Hati dari Ilahi”

Puisi dan Cerpen
"Syukur, Obat Hati dari Ilahi"Karya : Kang WeHa Dalam sujud yang hening aku temukan, damai mengalir dari Tuhan yang Rahman. Bukan obat dari dunia, tapi dzikir yang sembuhkan jiwa.Ketika hati gelap oleh resah, kupanggil nama-Mu, hilang sudah gundah. Rasa syukur jadi pelindung batin, dari iri, dari lelah, dari angan yang ringkih.Ya Allah, cukupkan aku dengan ridha-Mu, karena di situ, kesehatanku tumbuh. Tak perlu ramai dunia mengelilingi, asal Engkau dekat, aku tak sendiri.Kesehatan sejati bukan hanya raga, tapi hati yang penuh percaya. Syukurku adalah obat, dari langit yang tak pernah telat.
CERPEN MALAM KAMIS “Kakek Segala Tahu dan Penyakit Hati”

CERPEN MALAM KAMIS “Kakek Segala Tahu dan Penyakit Hati”

Puisi dan Cerpen, Religi
Karya: Kang WeHa Angin malam berhembus pelan di sudut pekarangan.Langit sedikit mendung, suara jangkrik berdendang di sela-sela bambu yang bergoyang perlahan.Besti duduk berselonjor di bangku kayu, membawa segelas wedang jahe hangat yang baru diseduh sendiri.Di sebelahnya, seperti biasa... duduk sosok tua berjubah putih kusam, berjanggut panjang, dan bermata teduh: Kakek Segala Tahu.“Kakek... kenapa ya akhir-akhir ini badan saya sering lemas, kepala pusing, tapi hasil periksa ke dokter katanya sehat?” tanya Besti, sambil menyeruput jahe.Kakek tersenyum. Tangannya mengelus jenggot.“Mungkin bukan tubuhmu yang sedang sakit, tapi hatimu yang sedang lelah...”“Lho, maksudnya kek?”“Begini, Besti... Banyak orang rajin olahraga, makan sehat, vitamin jalan terus... Tapi ...
“Seruit & Sambal Tempoyak: Sepiring Rindu dari Bumi Ruwa Jurai”

“Seruit & Sambal Tempoyak: Sepiring Rindu dari Bumi Ruwa Jurai”

Inspirasi, Seni dan Budaya
Bandar Lampung, q-koko.siteOleh: Kang WeHaBagi orang Lampung, makan seruit tanpa sambal tempoyak itu seperti pantun tanpa rima—tetap bisa dinikmati, tapi kehilangan ruhnya. Dua elemen kuliner ini seperti saudara kembar yang tak bisa dipisahkan. Dan bagi kami, yang lahir dari pertemuan dua budaya besar: Sai Batin dan Pepadun, seruit adalah simbol dari keakraban, dari kebersamaan yang tidak dibuat-buat.📜 Sepiring Sejarah, Seruput KenanganSeruit, dalam istilah lokal, berarti "makan bersama." Tradisi ini dulu tumbuh di tengah-tengah masyarakat Lampung saat panen tiba, atau saat keluarga besar berkumpul untuk acara adat. Lauknya sederhana: ikan sungai yang dibakar atau digoreng, lalapan daun singkong dan terong, serta sambal sebagai pelengkap utama.Dan di antara segala jenis...
Jejak Peradaban Kuno Ditemukan di Tiyuh Gedung Ratu, Sejarawan dan Warga Dorong Pelestarian Situs

Jejak Peradaban Kuno Ditemukan di Tiyuh Gedung Ratu, Sejarawan dan Warga Dorong Pelestarian Situs

Daerah, Seni dan Budaya
Tulang Bawang Barat, q-koko.site – Sejumlah barang kuno seperti pecahan gerabah, keramik Tiongkok dan Eropa, serta benda-benda logam ditemukan oleh masyarakat di Tiyuh Gedung Ratu, Kecamatan Tulangbawang Udik, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Lampung. Temuan ini memicu perhatian akademisi dan tokoh lokal, yang mendorong pelestarian serta penggalian lebih lanjut atas jejak peradaban masa lampau di wilayah tersebut.Kepalo Tiyuh Gedung Ratu, Juaini Bandarsyah, mengatakan temuan ini merupakan sinyal kuat adanya jejak peradaban kuno yang diperkirakan berusia lebih dari 1.000 tahun. “Ini sangat penting untuk kita gali sebagai bagian dari memori kolektif masa lalu. Harapan kami, pemerintah daerah bisa bersinergi menghadirkan para arkeolog agar penelitian sejarah di Tiyuh Gedung Ratu bisa dilanj...