
Tulang Bawang Barat, q-koko.site — Dugaan praktik persekongkolan jahat dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Tiyuh (BUMTI) Tirta Kencana mencuat setelah ditemukan sejumlah kejanggalan di lapangan. Temuan tersebut diperkuat dengan hubungan keluarga antara pengurus BUMTI dan kepalo tiyuh setempat.
Dugaan tersebut semakin kuat setelah diketahui bahwa pengurus peternakan kambing BUMTI ternyata merupakan adik kandung kepalo tiyuh yang juga menjabat sebagai sekretaris BUMTI Tirta Kencana.
Pengurus Kolam Nila Mengaku Tidak Tahu Asal Anggaran
Berdasarkan keterangan pengelola kolam ikan nila, dirinya mengaku tidak mengetahui dari mana anggaran kegiatan tersebut berasal. Ia hanya menerima bibit ikan dan perlengkapan tanpa penjelasan resmi.
> “Kalau lokasinya memang tempat saya, untuk kolamnya itu punya pak kepalo tiyuh. Saya cuma memelihara. Tahu-tahu pak kepalo datang membawa strimming empat gulung dan 3.000 bibit ikan. Sekarang paling tinggal separuh. Sekitar dua bulan lalu pak kepalo menyerahkan bibit itu. Untuk anggarannya saya tidak tahu,” ungkap Andi.
Ia mengaku beberapa kali didatangi kepalo tiyuh yang meminta ia memelihara ikan tersebut, padahal dirinya tidak tergabung dalam organisasi atau kepengurusan BUMTI.
Kandang Kambing Terletak di Belakang Rumah Kepalo Tiyuh
Saat tim mendatangi lokasi kandang kambing BUMTI di Suku 2, yang berada di belakang rumah kepalo tiyuh sekaligus dekat rumah adiknya yang menjabat sebagai sekretaris BUMTI, pengurus kambing bernama Hengki tidak berada di tempat.
Ibunya memberikan keterangan singkat terkait keberadaan kambing tersebut.
> “Untuk kambing ini kurang lebih satu bulan yang lalu dibelikan anak saya. Untuk kandang yang satu ini, kita tidak tahu asalnya. Kalau kandang yang di sebelah sana memang punya saya pribadi,” jelas ibu Hengki.
Kepalo Tiyuh Tirta Kencana saat dikonfirmasi via telepon seluler membenarkan bahwa Hengki adalah sekretaris BUMTI, bukan ketua.
“Ya, adik saya Hengki sebagai sekretaris BUMTI, bukan ketua,” tulisnya melalui pesan WhatsApp.
Camat: Tunggu Laporan Resmi Pengelolaan BUMTI Tirta Kencana
Camat Tulang Bawang Tengah, Achmad Nazaruddin S.IP., M.IP., menjelaskan hasil monitoring pada 14 November 2025 terkait tata kelola BUMTI Tirta Kencana.
Monitoring dilakukan bersama kepalo tiyuh serta Badan Permusyawaratan Tiyuh (BPT).
Camat menyampaikan adanya pengunduran diri Joni sebagai ketua BUMTI akibat pekerjaan lain, sehingga kecamatan merekomendasikan agar segera dilakukan rapat internal untuk reorganisasi pengurus BUMTI.
Nazaruddin menyebut bahwa penyertaan modal kepada BUMTI Harapan Jaya telah dilakukan dan dana sudah masuk ke rekening badan usaha tersebut.
> “Ada dua jenis usaha yang dijalankan, yaitu peternakan kambing dan kolam ikan nila. Terkait pengelolaan uang, kami belum mengecek karena masih proses pelaksanaan. Kami menunggu laporan resmi pengelolaan BUMTI pada akhir tahun,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa kecamatan juga menunggu bukti transfer dari rekening tiyuh ke rekening BUMTI, serta laporan kegiatan penggunaan dana.
Sebelumnya: BUMTI Tirta Kencana Diduga Carut-Marut
Sebelumnya diberitakan bahwa BUMTI Tirta Kencana diduga mengalami carut-marut dalam pengelolaannya. Meski anggaran telah dikucurkan, usaha BUMTI belum berjalan semestinya akibat ketua pelaksana mengundurkan diri.
Kepalo Tiyuh Amrin Hidayat menyampaikan bahwa dana 20% penyertaan modal senilai Rp 200.000.000 telah direalisasikan ke rekening BUMTI. Namun hingga kini proses usaha masih berjalan lambat.
> “Bumti sedang diproses karena ketua pelaksana mengundurkan diri sekitar setengah bulan lalu,” ujarnya pada 14 November 2025.
Ia juga mengaku sudah melapor ke camat, yang menyarankan agar proses tetap dijalankan.
Pada tahun 2025, BUMTI berfokus pada usaha peternakan kambing, berbeda dengan tahun 2024 yang bergerak di bidang jasa perdagangan jual beli karet.(Ali Alba )
