
Lampung Selatan,q-koko.site — Gubernur Lampung Mirza Noer bersama Kapolda Lampung Irjen Pol Helmy Santika dan Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi mengikuti kegiatan Penanaman Jagung Serentak Kuartal IV Tahun 2025, yang digelar secara daring dari Gudang Ketahanan Pangan Polda Lampung di Desa Purwotani, Kabupaten Lampung Selatan, kemarin (11/10/2025).
Gerakan nasional ini merupakan bagian dari Program Swasembada Pangan 2025 yang dipimpin langsung oleh Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka dari Provinsi Banten.
Dalam sambutannya, Gubernur Mirza menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat sinergi lintas sektor, terutama dengan Polda Lampung, guna mengejar target peningkatan produksi komoditas strategis seperti jagung dan beras.
“Kami memahami kondisi petani singkong yang sempat terpukul. Karena itu, kami siapkan dukungan penuh—mulai dari bibit, akses KUR, hingga off-taker agar petani bisa bangkit lewat jagung,” ujar Gubernur Mirza.
Menurutnya, Pemprov Lampung kini mulai mendorong alih komoditas dari singkong ke jagung karena prospek harga yang lebih baik serta adanya jaminan serapan dari Bulog dan industri pakan ternak.
Sementara itu, Kapolda Lampung Irjen Pol Helmy Santika melaporkan bahwa Gudang Ketahanan Pangan Polda Lampung yang berkapasitas 1.400 ton kini telah menyerap 30 ton jagung dari petani. Penanaman jagung serentak juga dilakukan di lahan seluas 1.054 hektare yang tersebar di berbagai daerah di Provinsi Lampung.
Selain itu, capaian serapan gabah di Lampung bahkan telah mencapai 111 persen dari target nasional, dan sebagian hasil produksi tersebut disalurkan ke provinsi lain sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan nasional.
Dukungan nyata dari petani juga mulai terasa di lapangan. Triono, petani asal Desa Sindang Sari, mengaku program alih komoditas memberi peluang baru bagi petani kecil.
“Singkong sering hanya balik modal. Jagung lebih menjanjikan, apalagi ada KUR dari Bank Lampung dan serapan Bulog,” ujarnya.
Gerakan penanaman jagung serentak ini menjadi bukti bahwa Lampung menjadi salah satu provinsi penggerak utama Swasembada Pangan 2025, dengan langkah nyata yang berpihak pada petani.
Dari Lampung, gerakan ini dimulai.
Bukan sekadar tanam, tapi langkah menuju ketahanan pangan yang berkeadilan.
