Selasa, Januari 20

MWC NU Tulang Bawang Tengah Gelar Temu Kader PD PKP NU dan Harlah NU Ke-100

Tulang Bawang Barat, q-koko.site — Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat, menggelar Temu Kader Pendidikan Dasar Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD PKP NU) sekaligus peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama ke-100.
Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Pertemuan Tiyuh Candra Jaya, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, pada Minggu, 18 Januari 2026.
Acara ini dihadiri oleh seluruh alumni PD PKP NU Tulang Bawang Tengah, jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Kabupaten Tulang Bawang Barat, pengurus MWC NU Tulang Bawang Tengah, serta pengurus ranting NU Candra Mukti, Candra Kencana, dan Candra Jaya.
Dalam sambutan sekaligus pengarahan, Ketua PC NU Tulang Bawang Barat, K.H. Nurhadi, menegaskan pentingnya peran kader NU sebagai penggerak umat dan penjaga nilai keislaman serta kebangsaan.
“Kader dan penggerak Nahdlatul Ulama harus terus bergerak dan menyebarkan kebaikan. Mari kita urus NU bersama-sama demi Islam dan Indonesia yang lebih baik ke depan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa berkhidmat di NU tidak dilandasi kepentingan pribadi maupun pamrih, melainkan keikhlasan yang tulus.
“Di NU tidak perlu pamrih. Yang harus dilahirkan adalah keikhlasan, agar hidup kita dimuliakan oleh Allah SWT, baik di dunia maupun di akhirat,” tambahnya.
Menurutnya, kader Nahdlatul Ulama harus mampu berkembang dan beradaptasi mengikuti perkembangan zaman, tanpa meninggalkan iman, Islam, dan manhaj Ahlussunnah wal Jama’ah sebagai dasar perjuangan.
“Kader NU harus terus berkembang mengikuti perubahan zaman, namun tetap mengedepankan iman dan nilai-nilai Islam,” tegasnya.
Sebagai penutup, K.H. Nurhadi mengajak seluruh kader untuk tetap istiqamah dalam berkhidmat kepada organisasi dan umat.
“Jangan pernah bosan dan jangan pernah lelah. Terus bergerak dan terus berkarya bersama Nahdlatul Ulama Tulang Bawang Barat,” pungkasnya.
Kegiatan Temu Kader dan Harlah NU ke-100 ini menjadi momentum penguatan ukhuwah, konsolidasi kader, serta peneguhan komitmen Nahdlatul Ulama dalam menjaga tradisi keislaman, persatuan, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *